“Spirit Menabur Kebersamaan” ditunjukkan Yayasan Kalimajari untuk Karangasem

Status awas yang disematkan pada gejolak aktivitas Gunung Agung di Karangasem mulai tanggal 22 September 2017 membuat beberapa warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) radius 0-12 km hrus mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. Sampai Saat artikel ini ditulis yaitu tanggal 24 Oktober 2017 status awas Gunung Agung tidak berubah, belum terjadi erupsi, dan berdampak lamanya warga terdampak yang harus berlindung di tempat yang aman.

Demi meringankan beban warga terdampak, Yayasan kalimajari membangun “Spirit Menabur Kebersamaan” untuk membantu dengan mendonasikan beberapa kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak. Dengan berlandaskan Spirit Menabur Kebersamaan, Yayasan kalimajari berhasil menggalang donasi dari berbagai sumber baik perseorangan maupun dari perusahaan yang berkerjasama dengan Yayasan Kalimajari. Bantuan dari Yayasan Kalimajari ditujukan langsung kepada warga terdampak yang menempati posko di Desa Sibetan yang juga merupakan desa program dampingan Yayasan Kalimajari, dengan bantuan diantaranya sebagai berikut:

  1. Sayur-mayur (juga merupakan donasi dari petani sayur Baturiti)
  2. Pakaian layak pakai
  3. Beras
  4. Telor
  5. Kopi dan susu (untuk balita)
  6. Bubur bayi

INI MERUPAKAN AWAL, KAMI AKAN TERUS MENEBARKAN SPIRIT MENABUR KEBERSAMAAN SAMPAI GUNUNG AGUNG DINYATAKAN AMAN DAN NORMAL KEMBALI