POTENSIAL, Kalimantan Siap Menjadi “Pesaing” Papua dan NTT

Kalimantan yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia menyimpan berbagai potensi alam yang siap untuk dieksplorasi oleh manusia dalam mewujudkan kesejahteran sosial dan ekonomi. Saat ini pemanfaatan sumber daya alam di tanah Borneo lebih berorientasi pada daratan yaitu sumber batubara dan kebun kelapa sawit. Minimnya pengembangan sektor kelautan di kalimantan kemudian menjadi dasar oleh Yayasan Kalimajari untuk menginisiasi pengembangan budidaya rumput laut. Terbukti di beberapa wilayah Indonesia seperti NTT dan Papua yang juga merupakan pendampingan Yayasan Kalimajari, budidaya rumput laut dapat membantu meringankan perokonomian masyarakat pesisir.

Keberhasilan di wilayah lain di Indonesia dalam pengembangan budidaya rumput laut menjadi daya tarik masyarakat di Kalimantan untuk mengembangkan komoditi rumput laut. Salah satu wilayah Kalimantan yang secara volume sudah mulai diperhitungkan sebagai salah satu daerah produsen rumput laut terbesar di Indinesia yaitu daerah Nunukan di Kalimantan Utara. Kalimantan Timur beberapa tahun belakangan ini juga mulai mengembangkan rumput laut. Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Kota Baru tahun 2016 mulai melakukan budidaya rumput laut, tapi belum bisa berkembang banyak karena beberapa faktor. Kabupaten Tanah Bumbu juga mulai melirik komoditi rumput laut sebagai salah satu komoditi yang dapat membantu ekonomi masyarakat pesisir. Respon cepat ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah Tanah Bumbu terkait animo masyarakatnya dengan melakukan kajian awal terkait pemetaan wilayah pengembangan budidaya rumput laut. Dalam melakukan kajian awal tersebut, Pemda Tanah Bumbu menggandeng Yayasan kalimajari untuk survei langsung ke lapangan. Dengan adanya kajian awal ini, kedepannya Kalimantan dengan hasil budidaya rumput lautnya menjadi salah satu “pesaing” dari Papua dan NTT.

Tujuan Kegiatan

  1. Melakukan pengumpulan data wal/dasar terkait dengan potensi laut.
  2. Menyusun data dasar yang akurat sebagai dasar penentuan rencana lebih lanjut, terutama dalam pengembangan area budidaya baru.
  3. Mendapatkan profil potensi pengembangan budidaya rumput laut di kabupaten Tanah Bumbu – Kalimantan Selatan sebagai dasar perencanaan program lebih lanjut.

Tahapan Kegiatan

  1. Assesment awal, bertujuan untuk mendapatkkan gambaran awal secara langsung di lapangan terkait potensi parameter dukung laut dan kondisi sosial masyarakat.
  2. Survei lapangan, tabulasi dan analisa data, bertujuan untuk menggali dan mengumpulkan data di lapangan terkait dengan kondisi fisik (parameter air laut) dan sosial masyarakat.

Jadwal Kegiatan Survei Lapangan

  1. Selasa/3 Juli 2017         : Pulau Burung, Pulau Sewangi, Pulau Tampakan, dan Pulau Hantu
  2. Rabu/4 Juli 2017           : Muara Pagatan dan Sungai Dua Laut
  3. Kamis/5 Juli 2017         : Angsana dan Setarap
  4. Jumat/6 Juli 2017         : Pulau Burung dan sekitarnya