lokakarya Veco-IFAD, Pengembangan Mata Rantai Rumput Laut yang Berkelanjutan

Lokakarya ini diselenggarakan oleh VECO Indonesia yang berlangsung di ruang pertemuan Hotel Oria pada tanggal 6 Maret 2017 yang diikuti oleh beberapa stakeholder dibidang komoditi rumput laut. Pada kegiatan tersebut, Yayasan Kalimajari ditunjuk sebagai salah satu pembicara. Ditugaskannya Yayasan Kalimajari sebagai pembicara dalam loka karya tersebut karena riset kelayakan yang telah dilakukan oleh yayasan terkait dengan informasi mengenai status dan trend produk termasuk mekanisasi dan teknik budidaya, analisis aktor, pasar dan rantai nilai, potensi untuk pengembangan rantai nilai komoditi yang berkelanjutan dan pro poor yang dilakukan di Flores dan Bali. Peserta yang mengikuti lokakarya tersebut adalah para pembuat kebijakan, asosiasi, lembaga studi dan penelitian, lembaga donor, organisasi pembangunan yang mengembangkan rumput laut, aktor swasta dan perwakilan petani penggerak.

Tujuan Lokakarya

  1. Mendiskusikan hasil studi kelayakan Pengembangan Rantai Nilai Rumput Laut yang Berkelanjutan dan Mampu Mengurangi Kemiskinan.
  2. Menganalisis rantai nilai rumput laut (dari aspek produksi sampai pasar) yang ada pada saat ini dan trend ke depan, seberapa jauh praktek dan kebijakan dalam rantai nilai ini inklusif terhadap petani kecil dan menjamin keberlanjutan.
  3. Menganalisis inovasi, teknologi dalam teknik budidaya dan pengolahan, termasuk mekanisasi, yang sudah diterapkan dan potensi adopsi teknologi baru di Indonesia.
  4. mendiskusikan potensi pengembangan rantai nilai rumput laut yang berkelanjutan dan mampu menanggulangi kemiskinan

Hasil yang diharapkan

  1. adanya kesepahaman dan penajaman atas hasil studi kelayakan
  2. adanya gambaran dan arah pengembangan rantai nilai rumput laut yang inklusif dan berkelanjutan
  3. adanya informasi mengenai teknologi budidaya rumput laut yangbaru dan bagaimana cara-cara adopsinya di Indonesia.
  4. teridentifikasinya inovasi-inovasi pengembangan rumput laut yang berkelanjutan di Indonesia.
Koperasi Kerta Semaya Samaniya – Jembrana bersama Yayasan Kalimajari mewakili Indonesia diajang bergengsi “6th ASEAN COOPERATIVE BUSINESS FORUM” di Manila – Philippine

Tahun 2016 Philippine ditunjuk sebagai tuan rumah untuk kegiatan tersebut, yang merupakan agenda dari ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC). Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi dan kolaborasi dari The Cooperative Development Authority (CDA), in collaboration with the Federation of Peoples’ Sustainable Development Cooperative (FPSDC), Nutriwealth Cooperative and the Asian Farmers’ Organization for Sustainable Rural Development (AFA).

Waktu dan tempat : 29 – 30 November 2016 di  Quezon City, Manila – Philippines.

Peserta : 10 negara ASEAN, Nepal dan Jepang

Read more…

spirit menabur kebersamaan, yayasan kalimajari untuk karangasem

Mari saling merangkul dalam rasa persaudaraan dan kebersamaan untuk Karangasem

Kunjungan VALRHONA, Salah Satu Pabrik Pengolahan Coklat Terbesar di Dunia


Program pendampingan dari Yayasan Kalimajari kepada Koperasi Kerta Semaya Samaniya  (KSS) yang  bergerak di komoditas bahan baku cokelat “kakao”  di Jembrana yang mengalami kemajuan mendapat apresiasi dari berbagai stakeholder, mulai dari Pemerintah Kabupaten Jembrana hingga salah satu pabrik pengolahan coklat terbesar di Eropa yaitu VALRHONA yang berpusat di Perancis. Apresiasi yang diberikan oleh Valrhona tersebut berupa kunjungan dan studi banding atau yang dalam agendanya diberi nama “FIRST PLANTATION TRIP BALI 2017 VALRHONA TEAM” berlangsung mulai pada tanggal 28 Agustus – 4 September 2017. Dalam kunjungan tersebut  Valrhona  mengajak beberapa direksi di seluruh cabang yang tersebar di manca negara serta media ternama Perancis baik televisi maupun radio. Tujuan dari kegiatan Valrhona ini melakukan kunjungan industri sebagai inisiasi kesepatan antara Koperasi Kerta Semaya Samaniya yang didampingi oleh Yayasan Kalimajari dengan Valrhona dalam hal penyediaan bahan baku coklat berkualitas yang siap untuk diolah. Kegiatan trip yang dilakukan oleh Valrhona ini dibagi kedalam empat (4) gelombang dengan kelompok yang berbeda-beda. Kegiatan yang dilakukan selama kunjungan diantaranya:

  1. Mengunjungi dan melihat berbagai proses yang dilakukan di kantor koperasi KSS
  2. Diskusi antara jajaran Valrhona dengan jajaran Koperasi KSS didampingi oleh Kalimajari di ruang pertemuan kantor KSS
  3. Mengunjungi ke kebun warga (subak) yang menjadi anggota KSS
  4. melakukan demonstrasi penanaman pohon kakao.

POTENSIAL, Kalimantan Siap Menjadi “Pesaing” Papua dan NTT

Kalimantan yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia menyimpan berbagai potensi alam yang siap untuk dieksplorasi oleh manusia dalam mewujudkan kesejahteran sosial dan ekonomi. Saat ini pemanfaatan sumber daya alam di tanah Borneo lebih berorientasi pada daratan yaitu sumber batubara dan kebun kelapa sawit. Minimnya pengembangan sektor kelautan di kalimantan kemudian menjadi dasar oleh Yayasan Kalimajari untuk menginisiasi pengembangan budidaya rumput laut. Terbukti di beberapa wilayah Indonesia seperti NTT dan Papua yang juga merupakan pendampingan Yayasan Kalimajari, budidaya rumput laut dapat membantu meringankan perokonomian masyarakat pesisir.

Keberhasilan di wilayah lain di Indonesia dalam pengembangan budidaya rumput laut menjadi daya tarik masyarakat di Kalimantan untuk mengembangkan komoditi rumput laut. Salah satu wilayah Kalimantan yang secara volume sudah mulai diperhitungkan sebagai salah satu daerah produsen rumput laut terbesar di Indinesia yaitu daerah Nunukan di Kalimantan Utara. Kalimantan Timur beberapa tahun belakangan ini juga mulai mengembangkan rumput laut. Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Kota Baru tahun 2016 mulai melakukan budidaya rumput laut, tapi belum bisa berkembang banyak karena beberapa faktor. Kabupaten Tanah Bumbu juga mulai melirik komoditi rumput laut sebagai salah satu komoditi yang dapat membantu ekonomi masyarakat pesisir. Respon cepat ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah Tanah Bumbu terkait animo masyarakatnya dengan melakukan kajian awal terkait pemetaan wilayah pengembangan budidaya rumput laut. Dalam melakukan kajian awal tersebut, Pemda Tanah Bumbu menggandeng Yayasan kalimajari untuk survei langsung ke lapangan. Dengan adanya kajian awal ini, kedepannya Kalimantan dengan hasil budidaya rumput lautnya menjadi salah satu “pesaing” dari Papua dan NTT.

Read more…