kakao jembrana masuk ranking 50 terbaik dunia

CACAO EXCELLENCE 2017 merupakan suatu acara yang diperhelatkan untuk seluruh penggiat kakao dunia yang dilaksanakan di Jerman. Seluruh penggiat kakao dunia berkumpul dalam satu forum dengan berbagai rangkaian acara termasuk memberikan penghargaan sebagai apresiasi prestasi yang diperoleh. diantara penghargaan yang diberikan penyelenggara, salah satu sampel kakao dari Jembrana atas nama I Made Sugandi mendapat penghargaan sebagai : 50 BESAR SAMPEL KAKAO TERBAIK DUNIA. Rasa bangga menghampiri seluruh petani kakao Jembrana dalam lingkup koperasi Kerta Semaya Samaniya yang didampingi oleh Yayasan Kalimajari atas penghargaan yang diterima sebagai penggiat kakao Jembrana.

PENGHARGAAN INI ADALAH PELECUT SEMANGAT GUNA TETAP BERKARYA YANG LEBIH BAIK

wujud bakti yayasan kalimajari, mengembangkan ekonomi masyarakat timur indonesia dengan rumput laut

Yayasan Kalimajari dalam mewujudkan cita-cita mulianya dalam pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir menyasar Indonesia Timur sebagai target program. Ketimpangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia Barat dan Indonesia Timur menjadi alasan dibalik pemilihan target oleh Yayasan Kalimajari. Sebagai daerah yang masih minim pencemaran dan polusi, Indonesia Timur menjadi target yang sangat cocok dalam pengembangan budidaya rumput laut. Program yang dijalankan bernama “Strengthening Private Sector Capacities and Public Private Partnership for Sustainable Seaweed Sector and Business“. Sesuai dengan tema, program ini tidak hanya mengedukasi petani tetapi juga meningkatkan peran serta pelaku pertanian lainnya (pabrik, pemerintah, BUMD, BUMDes, dsb) agar kegiatan budidaya rumput laut tetap berjalan secara berkelanjutan. Program tersebut dijalankan di 3 Provinsi di wilayah timur, yaitu Papua, Papua Barat, dan NTT. Dari 3 provinsi program menyebar di 11 kabupaten yaitu:

  1. Papua : Biak dan Serui
  2. Papua Barat : Fakfak dan Kaimana
  3. NTT : Kupang, Rote, Sabu Raijua, Sumba Timur, Maumere, Flores Timur, Lembata

Fakfak merupakan wilayah perintis bangkitnya rumput laut di Papua Barat yang didampingi oleh Yayasan Kalimajari. Kesuksesan inisasi program Fakfak, kemudian program di perluas hingga menyentuh Kaimana, Biak, dan Serui. Salah satu kegiatan program yang dilakukan di Fakfak seperti dokumen diatas yaitu melakukan konsolidasi dengan Bupati Fakfak oleh Yayasan Kalimajari. Konsolidasi tersebut membahas keberlanjutan program rumput laut yang sudah dijalankan sebelumnya sekaligus mendiskusikan langkah bersama untuk memajukan rumput laut di Fakfak dengan mendorong dukungan KKP dalam pengembangan rumput laut dan BPPT dalam peningkatan kualitas bibit rumput laut. Dalam konsolidasi ini didukung oleh Iskak Indrayani selaku Seaweed Market Consultant dan Achmad Zatnika selaku Tenaga Ahli Rumput Laut, perwakilan BPPT. Selain dengan Bupati Fakfak, konsolidasi juga dilakukan dengan Bank Papua Pusat untuk membahas kolaborasi antara pihak petani rumput laut dengan pihak bank terkait permodalan dan distribusi pasar rumput laut

Rumput laut NTT yang terkenal dengan kualitasnya yang bagus dan banyak diminati oleh pabrik, masih harus mendapatkan pendampingan oleh Yayasan Kalimajari dalam program strengthening ini. beberapa proses pendampingan telah membuahkan hasil panen dari rumput laut seperti gambar slidshow diatas.

“Spirit Menabur Kebersamaan” ditunjukkan Yayasan Kalimajari untuk Karangasem

Status awas yang disematkan pada gejolak aktivitas Gunung Agung di Karangasem mulai tanggal 22 September 2017 membuat beberapa warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) radius 0-12 km hrus mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. Sampai Saat artikel ini ditulis yaitu tanggal 24 Oktober 2017 status awas Gunung Agung tidak berubah, belum terjadi erupsi, dan berdampak lamanya warga terdampak yang harus berlindung di tempat yang aman.

Demi meringankan beban warga terdampak, Yayasan kalimajari membangun “Spirit Menabur Kebersamaan” untuk membantu dengan mendonasikan beberapa kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak. Dengan berlandaskan Spirit Menabur Kebersamaan, Yayasan kalimajari berhasil menggalang donasi dari berbagai sumber baik perseorangan maupun dari perusahaan yang berkerjasama dengan Yayasan Kalimajari. Bantuan dari Yayasan Kalimajari ditujukan langsung kepada warga terdampak yang menempati posko di Desa Sibetan yang juga merupakan desa program dampingan Yayasan Kalimajari, dengan bantuan diantaranya sebagai berikut:

  1. Sayur-mayur (juga merupakan donasi dari petani sayur Baturiti)
  2. Pakaian layak pakai
  3. Beras
  4. Telor
  5. Kopi dan susu (untuk balita)
  6. Bubur bayi

INI MERUPAKAN AWAL, KAMI AKAN TERUS MENEBARKAN SPIRIT MENABUR KEBERSAMAAN SAMPAI GUNUNG AGUNG DINYATAKAN AMAN DAN NORMAL KEMBALI

lokakarya Veco-IFAD, Pengembangan Mata Rantai Rumput Laut yang Berkelanjutan

Lokakarya ini diselenggarakan oleh VECO Indonesia yang berlangsung di ruang pertemuan Hotel Oria pada tanggal 6 Maret 2017 yang diikuti oleh beberapa stakeholder dibidang komoditi rumput laut. Pada kegiatan tersebut, Yayasan Kalimajari ditunjuk sebagai salah satu pembicara. Ditugaskannya Yayasan Kalimajari sebagai pembicara dalam loka karya tersebut karena riset kelayakan yang telah dilakukan oleh yayasan terkait dengan informasi mengenai status dan trend produk termasuk mekanisasi dan teknik budidaya, analisis aktor, pasar dan rantai nilai, potensi untuk pengembangan rantai nilai komoditi yang berkelanjutan dan pro poor yang dilakukan di Flores dan Bali. Peserta yang mengikuti lokakarya tersebut adalah para pembuat kebijakan, asosiasi, lembaga studi dan penelitian, lembaga donor, organisasi pembangunan yang mengembangkan rumput laut, aktor swasta dan perwakilan petani penggerak.

Tujuan Lokakarya

  1. Mendiskusikan hasil studi kelayakan Pengembangan Rantai Nilai Rumput Laut yang Berkelanjutan dan Mampu Mengurangi Kemiskinan.
  2. Menganalisis rantai nilai rumput laut (dari aspek produksi sampai pasar) yang ada pada saat ini dan trend ke depan, seberapa jauh praktek dan kebijakan dalam rantai nilai ini inklusif terhadap petani kecil dan menjamin keberlanjutan.
  3. Menganalisis inovasi, teknologi dalam teknik budidaya dan pengolahan, termasuk mekanisasi, yang sudah diterapkan dan potensi adopsi teknologi baru di Indonesia.
  4. mendiskusikan potensi pengembangan rantai nilai rumput laut yang berkelanjutan dan mampu menanggulangi kemiskinan

Hasil yang diharapkan

  1. adanya kesepahaman dan penajaman atas hasil studi kelayakan
  2. adanya gambaran dan arah pengembangan rantai nilai rumput laut yang inklusif dan berkelanjutan
  3. adanya informasi mengenai teknologi budidaya rumput laut yangbaru dan bagaimana cara-cara adopsinya di Indonesia.
  4. teridentifikasinya inovasi-inovasi pengembangan rumput laut yang berkelanjutan di Indonesia.
Koperasi Kerta Semaya Samaniya – Jembrana bersama Yayasan Kalimajari mewakili Indonesia diajang bergengsi “6th ASEAN COOPERATIVE BUSINESS FORUM” di Manila – Philippine

Tahun 2016 Philippine ditunjuk sebagai tuan rumah untuk kegiatan tersebut, yang merupakan agenda dari ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC). Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi dan kolaborasi dari The Cooperative Development Authority (CDA), in collaboration with the Federation of Peoples’ Sustainable Development Cooperative (FPSDC), Nutriwealth Cooperative and the Asian Farmers’ Organization for Sustainable Rural Development (AFA).

Waktu dan tempat : 29 – 30 November 2016 di  Quezon City, Manila – Philippines.

Peserta : 10 negara ASEAN, Nepal dan Jepang

Read more…