wujud bakti yayasan kalimajari, mengembangkan ekonomi masyarakat timur indonesia dengan rumput laut

Yayasan Kalimajari dalam mewujudkan cita-cita mulianya dalam pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir menyasar Indonesia Timur sebagai target program. Ketimpangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia Barat dan Indonesia Timur menjadi alasan dibalik pemilihan target oleh Yayasan Kalimajari. Sebagai daerah yang masih minim pencemaran dan polusi, Indonesia Timur menjadi target yang sangat cocok dalam pengembangan budidaya rumput laut. Program yang dijalankan bernama “Strengthening Private Sector Capacities and Public Private Partnership for Sustainable Seaweed Sector and Business“. Sesuai dengan tema, program ini tidak hanya mengedukasi petani tetapi juga meningkatkan peran serta pelaku pertanian lainnya (pabrik, pemerintah, BUMD, BUMDes, dsb) agar kegiatan budidaya rumput laut tetap berjalan secara berkelanjutan. Program tersebut dijalankan di 3 Provinsi di wilayah timur, yaitu Papua, Papua Barat, dan NTT. Dari 3 provinsi program menyebar di 11 kabupaten yaitu:

  1. Papua : Biak dan Serui
  2. Papua Barat : Fakfak dan Kaimana
  3. NTT : Kupang, Rote, Sabu Raijua, Sumba Timur, Maumere, Flores Timur, Lembata

Fakfak merupakan wilayah perintis bangkitnya rumput laut di Papua Barat yang didampingi oleh Yayasan Kalimajari. Kesuksesan inisasi program Fakfak, kemudian program di perluas hingga menyentuh Kaimana, Biak, dan Serui. Salah satu kegiatan program yang dilakukan di Fakfak seperti dokumen diatas yaitu melakukan konsolidasi dengan Bupati Fakfak oleh Yayasan Kalimajari. Konsolidasi tersebut membahas keberlanjutan program rumput laut yang sudah dijalankan sebelumnya sekaligus mendiskusikan langkah bersama untuk memajukan rumput laut di Fakfak dengan mendorong dukungan KKP dalam pengembangan rumput laut dan BPPT dalam peningkatan kualitas bibit rumput laut. Dalam konsolidasi ini didukung oleh Iskak Indrayani selaku Seaweed Market Consultant dan Achmad Zatnika selaku Tenaga Ahli Rumput Laut, perwakilan BPPT. Selain dengan Bupati Fakfak, konsolidasi juga dilakukan dengan Bank Papua Pusat untuk membahas kolaborasi antara pihak petani rumput laut dengan pihak bank terkait permodalan dan distribusi pasar rumput laut

Rumput laut NTT yang terkenal dengan kualitasnya yang bagus dan banyak diminati oleh pabrik, masih harus mendapatkan pendampingan oleh Yayasan Kalimajari dalam program strengthening ini. beberapa proses pendampingan telah membuahkan hasil panen dari rumput laut seperti gambar slidshow diatas.

POTENSIAL, Kalimantan Siap Menjadi “Pesaing” Papua dan NTT

Kalimantan yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia menyimpan berbagai potensi alam yang siap untuk dieksplorasi oleh manusia dalam mewujudkan kesejahteran sosial dan ekonomi. Saat ini pemanfaatan sumber daya alam di tanah Borneo lebih berorientasi pada daratan yaitu sumber batubara dan kebun kelapa sawit. Minimnya pengembangan sektor kelautan di kalimantan kemudian menjadi dasar oleh Yayasan Kalimajari untuk menginisiasi pengembangan budidaya rumput laut. Terbukti di beberapa wilayah Indonesia seperti NTT dan Papua yang juga merupakan pendampingan Yayasan Kalimajari, budidaya rumput laut dapat membantu meringankan perokonomian masyarakat pesisir.

Keberhasilan di wilayah lain di Indonesia dalam pengembangan budidaya rumput laut menjadi daya tarik masyarakat di Kalimantan untuk mengembangkan komoditi rumput laut. Salah satu wilayah Kalimantan yang secara volume sudah mulai diperhitungkan sebagai salah satu daerah produsen rumput laut terbesar di Indinesia yaitu daerah Nunukan di Kalimantan Utara. Kalimantan Timur beberapa tahun belakangan ini juga mulai mengembangkan rumput laut. Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Kota Baru tahun 2016 mulai melakukan budidaya rumput laut, tapi belum bisa berkembang banyak karena beberapa faktor. Kabupaten Tanah Bumbu juga mulai melirik komoditi rumput laut sebagai salah satu komoditi yang dapat membantu ekonomi masyarakat pesisir. Respon cepat ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah Tanah Bumbu terkait animo masyarakatnya dengan melakukan kajian awal terkait pemetaan wilayah pengembangan budidaya rumput laut. Dalam melakukan kajian awal tersebut, Pemda Tanah Bumbu menggandeng Yayasan kalimajari untuk survei langsung ke lapangan. Dengan adanya kajian awal ini, kedepannya Kalimantan dengan hasil budidaya rumput lautnya menjadi salah satu “pesaing” dari Papua dan NTT.

Read more…

Ekspor Perdana Kakao Fermentasi dari Koperasi Kerta Semaya Samaniya – Jembrana ke Valrhona Perancis

ekspor perdana kakao jembrana bali

Waktu dan Tempat

kakao valrhonaKegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 7 Oktober 2015

Tempat : Sentra Pengolahan Kakao Rakyat/Kantor Koperasi Kerta Semaya Samaniya

 

 

 

Daftar Undangan Pemerintah dan Subak Abian :

  1. Bupati Jembrana
  2. Wakil Bupati Jembrana
  3. Ketua DPRD Kabupaten Jembrana
  4. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jembrana
  5. Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana
  6. Kepala Bappeda Kabupaten Jembrana
  7. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jembrana
  8. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana
  9. Inspektorat Kabupaten Jembrana
  10. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali
  11. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali
  12. Kapolsek dan Danramil
  13. Camat Melaya
  14. Kepala Desa dan Babin Kamtibmas Desa Nusa Sari
  15. Subak Abian Peserta Sertifikasi Kakao Lestari
  16. Subak Abian Se-Kecamatan Negara
  17. Subak Abian Se-Kecamatan Melaya
  18. Subak Abian Se-Kecamatan Jembrana
  19. Koordinator PPL

 

Daftar Undangan Pihak Perbankan dan Swasta Lainnya :

  1. Indonesia Eximbank – Jakarta
  2. UTZ Certified Country Representative Indonesia
  3. TUV NORD INDONESIA – Jakarta
  4. KADIN BALI
  5. KADIN JEMBRANA
  6. Bank BPD Jembrana


 

Berau and Malinau Cocoa On The Move

Program Peningkatan Kapasitas Petani Kakao Dalam Membangun Keberlanjutan Komoditi Kakao di Malinau (Kalimantan Utara) dan Berau (Kalimantan Timur)

Bali International Cocoa Festival – Jembrana 2014